WASHINGTON – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyebut Al- Qaeda tetap ‘ancaman nomor satu’ AS.Sikap Obama itu ditunjukkannya setelah Osama bin Laden yang memimpin Al-Qaeda mengeluarkan seruan baru untuk melawan Israel. Pernyataan Obama itu muncul untuk meredam kekhawatiran warga AS akan terjadinya serangan teror mendatang.
“Osama dan Al-Qaeda merupakan ancaman nomor satu kita serta bagi keamanan warga Amerika. Kita sedang melakukan segala cara sekuat kita untuk memastikan bahwa mereka tidak dapat menciptakan surga-surga aman untuk menyerang warga Amerika. Itu paling utama,” kata Obama kemarin.
Dalam rekaman suara selama 22 menit dan dinyatakan asli oleh Site Intelligence Group (SIG), Osama mengeluarkan pernyataan pertama dalam delapan bulan terakhir. Seruan itu membuat negara Barat khawatir dengan gelombang serangan baru yang akan datang. Dalam wawancara dengan CBS News, Obama mengisyaratkan akan melakukan langkah lebih intensif untuk membatasi gerak Osama.
Presiden AS itu menolak ultimatum ‘hidup atau mati’ bagi Osama. “Saya pikir kita telah melemahkan infrastrukturnya, apakah dia secara teknis masih hidup atau tidak, tampaknya dia tidak dapat melakukan fungsinya. Saya lebih suka untuk menangkap atau membunuhnya.
Tapi jika kita sangat intensif sehingga dia berada di gua dan tidak dapat berkomunikasi dengan pelaksana operasi, kita akan memenuhi tujuan kita melindungi Amerika,” tandas Obama. Pernyataan Obama itu muncul setelah dia menegaskan prinsip bahwa saat ini hanya ada ‘satu presiden’.
Sikap Obama itu keluar seusai berbicara dengan Wakil Presiden AS terpilih Joseph Biden dan Senator Republik Lindsey Graham. Osama mengeluarkan seruan melawan Israel itu menjelang penyerahan kekuasaan Presiden AS George W Bush pada Obama pada Selasa (20/1). Bush merupakan presiden saat serangan 11 September 2001 terjadi dan Al-Qaeda dituduh sebagai dalang aksi tersebut.
“Berbagai indikator menunjukkan, 75% rakyat Amerika senang dengan lengsernya presiden yang membawa mereka ke dalam berbagai perang yang tidak perlu dilakukan. Dia (Bush) menenggelamkan mereka dalam kekacauan ekonomi yang parah. Dia menyerahkan warisan yang berat pada penggantinya,” ujar Osama dalam pernyataan rekamannya.
Osama juga berkomentar tentang kebijakan pemerintahan Obama untuk mengatasi krisis ekonomi global. Pernyataan Osama itu merupakan pesan pertama pemimpin Al-Qaeda sejak Mei tahun lalu, saat dia mengecam para pemimpin Barat yang ikut merayakan ulang tahun ke-60 Israel. Osama saat ini diduga bersembunyi di wilayah pegunungan di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.
Biden yang menemani Obama dalam lawatan ke Pakistan, Afghanistan dan Irak, menjanjikan ‘perubahan penting’ di Afghanistan. Setelah enam tahun perang di Afghanistan, Biden menilai situasi tidak semakin baik. Saat pertemuan delegasi kongres bersama para pemimpin AS, Biden menyatakan keprihatinannya tentang sejumlah kebijakan yang kurang berhasil.
“Masalah semakin berat di Afghanistan, sebelum mereka bisa menjadi lebih baik. Posisi Pakistan di Afghanistan berpengaruh pada kemampuan kita untuk sukses,” katanya. Obama berjanji mendorong pembangunan di Afghanistan dan mengubah fokus kampanye melawan terorisme dari Baghdad, Irak, ke Kabul.
Laporan Washington Post menunjukkan bahwa Obama akan menyetujui rencana Pentagon mengirimkan lebih 30.000 pasukan ke Afghanistan untuk melumpuhkan kekuatan Taliban dan Al-Qaeda. Dalam kampanye pemilu presiden silam, Obama berjanji memulai serangan militer di dalam wilayah Pakistan jika Islamabad menolak bertindak atau tidak dapat melakukannya. (from:okezone)